Penanganan Dampak Sosial Psikologis Korban Bencana Merapi Gunung Sinabung
Abstract
Tidak ada manusia yang bisa menolak bencana, bahkan takdir pun tetap harus diterima dengan lapang dada. Ketika terjadi bencana maka akan mucul berbagai dampak yang dirasakan oleh pengungsi. Hidup di tempat pengungsian yang penuh dengan keterbatasan sering menimbulkan ketidakpastian sampai kapan mereka akan tinggal. Hal ini berkaitan pada kemampuan pemerintah dalam menyediakan pengganti tempat tinggal yang permanen, di samping kemampuan dari korban bencana itu sendiri.Lokasi pengungsian kurang memadai ditinjau dari kepadatan hunian, asupan gizi, sarana MCK, sanitasil ingkungan, fasilitas sosial dan fasilitas umum. Kondisi ini dapat menyebabkan pengungsi terutama anakanakdan lansia rawan terhadap penyakit. Ketersediaan tenaga kesehatan, obat-obatan seringkali tidakseimbang dengan jumlah korban bencana yang membutuhkan penanganan kesehatan. Penanganannyaharus dilakukan secara terkoordinir dan terpadu dengan melibatkan seluruh lapisan masyarakat, LSM,dunia usaha dan pemerintah terkait. Pada intinya dari hasil wawancara dan observasi pada informan dapat disimpulkan bahwa para pengungsi telah ditangani secara fisik, psikis dan sosial. Pemenuhan kebutuhan fisik meliputi pemenuhan kebutuhan makan, pakaian, tempat tinggal, pelayanan kesehatan, airbersih dan sarana MCK. Pemenuhan kebutuhan psikis dengan menghilangkan trauma (trauma healing) seperti menghibur, memberikan pembinaan mental psikologis agar tidak jenuh, pelayanan penguatanmental keagamaan, pendidikan dan informasi. Pemenuhan kebutuhan sosial dengan menerima kunjungan tamu, dan fasilitasi kegiatan sangat dibutuhkan,adanya kunjungan relawan untuk membantu, adanya kegiatan yang diberikan dari berbagai fihak seperti LSM atau para ilmuan psikologi serta psikolog dalam memberikan kebutuhan psikologis mereka, mendengarkan keluhan mereka dan memberi kegiatan yang bersifat menambah pendapatan mereka seperti belajar buat kue, meronce gelang dan kalung yang smuanya bisa di berdayakan hasilnya, kemudian mengadakan kegiatan mendongeng, membaca buku-buku cerita yang semua buku diabwa oleh relawan. Melakukan acara cerdas cermat pada anak-anak di lokasi serta mewarwai dan bermain yang bersifat penuh edukasi. Pemenuhan kebutuhan sosial psikologis di pengungsian dapat dikatakan terpenuhi meskipun serba terbatas. Oleh karena itu disarankan kepada pemerintah khususnya Kementerian Sosial dan lembaga terkait, dalam memberikan bantuan kepada korban perlu melakukan analisis kebutuhan agar tepat sasaran. Kepada masyarakat di daerah rawan bencana perlu peningkatan kesadaran tentang risiko bencana melalui sosialisasi dan simulasi siaga bencana, agar masyarakat berdaya menghadapi bencana dan risikonya.
Keywords
Full Text:
PDFReferences
Gunanto dkk. (2004). Uji Coba Konsep Model Penyelesaian Masalah Pengungsi Perantau Di Tempat Penampungan Sementara Daerah Asal, Yogyakarta, B2P3KS Harian Kedaulatan Rakyat, Program Trauma Healing Dibutuhkan Pengungsi Barak, 3 Januari 2011
Heru (2006). Bencana dan Penanganannya, Jurnal Pusdiklat Kesos, Vol. 1 No 2, Juni 2006, Departemen Sosial LP. Getubig dan Sonke S. (1992). Rethinking Sosial Security-Reaching Out to The Poor, Frankfurt, APDC
Moleong. (2002). Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: Remaja Rusdakarya Sumarnonugroho. (1984). Sistem Intervensi Kesejahteraan Sosial, Yogyakarta,
Hanindita. Suroso. (2006). Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi, Jurnal Pusdiklat Kesos, Vol. 1 No. 2 Juni 2000
Sitepu, A. I. B., & Tanjung, D. Y. H. (2020). Rancang Bangun Aplikasi Pemesanan dan Penjualan Berbasis Web dan Android pada Toko YT. Wall Interior. Jurnal Mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, 1(1), 816-828.
Nasution, R. S., Verina, W., & Tanjung, M. R. (2020). Rancang Bangun Aplikasi Pemilihan Pegawai Berprestasi Dengan Metode Profile Matching Berbasis Android Pada BPJS Ketenagakerjaan. Jurnal Mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, 1(1), 666-680.
Manullang, A. S., Puspasari, R., & Verina, W. (2020). Penyandian Database Menggunakan Metode Base64 Dan Rot13. Jurnal Mahasiswa Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, 1(1), 283-292.
Suroso. (2006). Kebijakan dan Strategi Penanggulangan Bencana dan Penanganan Pengungsi, Jurnal Pusdiklat Kesos, Vol. 1 No. 2 Juni 2006
Marjono.(2010). Penanganan Dampak Sosial Psikologis Korban Merapi, http://www. jatengprov.go.id/?mid = wartadaera & listStyle = gallery & category = 4254 & document_srl = 11905
Abjan, V. A. (2018). Efektivitas Terapi Tari Penguin terhadap Gangguan Stres Pasca Trauma Anak Usia Sekolah Korban Erupsi Gunung Sinabung. Universitas Sumatera Utara.
Siregar, A. Z., & Husmiati, H. (2016). Children Victims Trauma Healing of Sinabung Mountain Eruption. Jurnal Penelitian Kesejahteraan Sosial, 15(1), 57–64.
Rahmat, H. K., & Budiarto, A. (2021). Mereduksi Dampak Psikologis Korban Bencana Alam Menggunakan Metode Biblioterapi Sebagai Sebuah Penanganan Trauma Healing [Reducing The Psychological Impact of Natural Disaster Victims Using Bibliotherapy Method as a Trauma Healing Handler]. Journal of Contemporary Islamic Counselling, 1(1), 25–38.
Ria, M. B., Manek, B. D., Sormin, R. E. M., Bhoko, M. S., Atok, Y. S., Nuhan, M. v, Ola, C. Y. I., & Tumeluk, M. F. (2021). Trauma Healing pada Masyarakat Korban Badai Seroja di Desa Felakdaele, Kupang, Nusa Tenggara Timur. Martabe: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(3), 1017–1024.
Mulyasih, R., & Putri, L. D. (2019). Trauma Healing dengan Menggunakan Metode Play Terapy Pada Anak-Anak Terkena Dampak Tsunami di Kecamatan Sumur Propinsi Banten. Bantenese: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(1), 32–39.
Murdiono, A., Subangkit, D., & Maimunah, N. R. (2020). Simulasi dan Trauma Healing Pasca Gempa pada Peserta Didik SDN 1 Sambik Bangkol Nusa Tenggara Barat. Jurnal Karinov, 3(2), 74–78.
Pertiwiwati, E., Maulana, I., Zahra, F. A., & Yuliana, I. (2021). Play Therapy as a Method of Trauma Healing in PTSD Children Victims of Flood Disaster in West Martapura, South Kalimantan. Berkala Kedokteran, 17(2), 125–132.
Fiantis, D., & Minasny, B. (2021). Letusan Gunung Semeru dan Jaminan Kesuburan untuk Masa Depan Halaman. Kompas.Com.
Thouret, J.-C., Lavigne, F., Suwa, H., & Sukatja, B. (2007). Volcanic Hazards at Mount Semeru, East Java (Indonesia), with Emphasis on Lahars. Bulletin of Volcanology, 70(2), 221–244.
Warsini, S., Buettner, P., Mills, J., West, C., & Usher, K. (2014). The Psychosocial Impact of the Environmental Damage Caused by the MT Merapi Eruption on Survivors in Indonesia. EcoHealth, 11(4), 491–501.
Hidayatullah, Aristanto, Khouroh, Windhyastiti, & Graha. (2020). Pendampingan Kelembagaan Desa Tangguh Bencana (Destana) pada Desa Rawan Bencana Banjir Lahar Dingin Gunung Kelud di Kecamatan Kasembon. JPM (Jurnal Pemberdayaan Masyarakat), 5(1), 422-429.
DOI: http://dx.doi.org/10.30700/jm.v3i2.1426
Article Metrics
Abstract view : 0 timesPDF - 0 times
Copyright (c) 2023 JUDIMAS

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.